Mesin Pencari

Tampilkan postingan dengan label Buku Hubungan Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Hubungan Internasional. Tampilkan semua postingan

PENGANTAR KE DJALAN ILMU DAN PENGETAHUAN, Mohammad Hatta

Judul/Title: Pengantar Ke Djalan Ilmu dan Pengetahuan
Penulis/Author: Mohammad Hatta
Penerbit/Publisher: Pembangunan Djakarta
Edisi/Edition: 1954
Halaman/Pages:82
Dimensi/Dimension: 13 x 19 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 99.000
Call No.: 378.1/Hat/p/C.1
Status: Ada/Available
***
Djadinja, kekuasaan manusia jang makin besar atas alam tidak sedikitpun pengaruhnja atas perkembangan masjarakat dan kebudajaan. Tetapi, satu masjarakat belum kita tjapai. Persekutuan bangsa-bangsa sedunia sangat terpejah dalam berbagai golongan negara jang seringkali bermusuh-musuhan. Sungguhpun sudah ada badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi ini belum dapat menimbulkan satu pergaulan hidup sedunia, jang didalamnja terdjamin kesedjahteraan dan keadilan sosial. Tetapi orang jang adab, jang jakin atas kebenaran sedjarah jang mengantarkan manusia dari suasana gelap ke-alam jang terang, harus mentjiptakan dan mengusahakan datangnja. Selain dari mentjipta, manusia djuga membuat sedjarahnja. Berhubung dengan itu baiklah apa jang ditulis oleh Karl Marx dalam "Das Kapital" (bagian III buku II, pag.309) jang maksudnja kira-kira begini:

Dunia ini bukanlah milik sesuatu bangsa, ja bukan pula milik dari pada semua bangsa. Bangsa-bangsa kedudukanja tak lain dari pada seorang djurukuasa jang mempergunakannja, dan adalah kewadjibannja sebagai boni patres familias, sebagai seorang bapak keluarga jang bertanggung djawab, untuk meninggalkan dunia ini bagi angkatan kemudian dalam keadaan jang lebih baik".

BEKERJA UNTUK MANUSIA, S.H. Subroto

Judul/Title: Bekerja Untuk Manusia
Penulis/Author: S.H. Subroto
Penerbit/Publisher: Puspa Swara
Edisi/Edition: 1993
Halaman/Pages: 220
Dimensi/Dimension: 10 x 18 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 50.000
Call No.: 361.3/Sub/b/C.1
Status: Ada/Available
***

Pekerjaan sukarela biasa kita lakukan di lingkungan rumah. Dan kita menyebutnya kerja bakti. Umumnya dilakukan hari Minggu. Tetapi, pernahlah Anda membayangkan bekerja bakti untuk masyarakat internasional, atas nama PBB?

Buku ini mengisahkan pengalaman menjadi relawan di tanah air dan di negeri orang. Ditulis oleh seorang aktivis yang telah kenyang makan asam garam selaku volunteer, baik di tingkat nasional (TKS BUTSI) maupun internasional (UNV DDS). Mula-mula ia menceritakan masa kecilnya di desa terpencil. Berkat kesungguhannya, ia berhasil menempuh pendidikan tinggi. Selanjutnya, ia "terdampar" di kantong-kantong kemiskinan sebagai relawan di negeri sendiri dan di negeri asing. Menggeluti lumpur dsan menembus zona perang.

Buku ini dipersembahkan bagi pemuda-pemudi Indonesia yang tulus ingin berbakti bagi kemanusiaan. Dari buku ini, kita bisa mengikuti suka-duka pengalaman menjadi tenaga sukarela mengentaskan kemiskinan. Terjun ke masyarakat miskin di negeri lain, para relawan niscaya harus menghayati wawasan internasional. Mereka mesti siap diterjunkan dimana saja. Bekerja bukan demi golongannya semata. Tanpa pamrih. Demi kepentingan umat manusia.

Cocok bagi Anda yang berminat menyumbangkan tenaga bagi masyarakat internasional di bawah panji PBB. Anda tak sekadar menikmati pengalaman penulisnya yang menarik, Anda akan memetik pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Siapa tahu, Anda berminat mengikuti jejaknya, menjadi relawan di bawah payung PBB.

KUDETA ANGKATAN DARAT, Geoffrey B. Robinson

Judul/Title: Kudeta Angkatan Darat
Penulis/Author: Geoffrey B. Robinson
Penerbit/Publisher: Teplok Press
Edisi/Edition: 2000
Halaman/Pages: 172
Dimensi/Dimension: 20 x 12.5 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 66.000,-
Call No.: 355.7/Rob/k/C.1
Status: Ada/Available

***

Siapapun penguasa Republik Indonesia, mereka harus berhadapan dengan wajah Amerika yang multidimensi. Pertama, rakyat Amerika sangat phobia dengan komunis dan Islam. Kedua, wajah anggota kongres yang banyak berbicara HAM, demokrasi dan kepentingan businessman Amerika. Dan ketiga, wajah Amerika dengan diplomasi-intelejen Gaya CIA.

Dalam politik Indonesia Amerika merasa bersikap netral dan tidak terlibat, tapi sulit mengelak bila kita melihat fakta keterlibatan Amerika dalam PRRI dan Kudeta Angkatan Darat tahun 1966.

Karya Geoffrey B. Robinson ini membuka mata dan hati kita untuk melihat betapa jahatnya Amerika yang menjadi provokator Angkatan Darat untuk melakukan kudeta. Dan juga mengipasi rejim Soeharto untuk menganeksasi Timor Leste.

FROM BANDUNG TASHKENT, C.S. Jha

Judul/Title: From Bandung to Tashkent
Penulis/Author: C.S. Jha
Penerbit/Publisher: Sangam Books
Edisi/Edition: 1983
Halaman/Pages: 361
Dimensi/Dimension: 14 x 22.5 x 2cm
Sampul/Cover: Hardcover
Bahasa/Language: English
Harga/Price: Rp. 90.000,-
Call No.: 320/Jha/f/C.1
Status: Ada/Available

***

This collection of memoirs of C.S Jha provide an intimate account of the scene activity at the United Nations and highlight the complexity of forces which led to the momentous and epoch making events of the fifties and sixties.

Having worked in close association with many outstanding statemen of our time and drawing upon his invaluable experience in the diplomatic service, the author's narrative is not merely a historical account but an analysis of events, situations, policies and reflections.

While tracing the development of Indian foreign policy under different prime ministers, the author brings into focus the significance of indian foriegn policy in preserving world peace and harmony and easing international tension and conflicts.

The Bandung Conference and the Tashkent Declaration, according to the author, are the nodal points of Indian foreign policy during the period following independence.

ASEAN: HOW IT WORKS, Jamil Maidan Flores

Judul/Title: ASEAN: How It Works
Penulis/Author: Jamil Maidan Flores
Penerbit/Publisher: ASEAN Secretariat
Edisi/Edition: 2000
Halaman/Pages: 108
Dimensi/Dimension: 18 x 21.5 x 0.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Harga/Price: Rp. 75.000,-
Call No.: 341.2 /Flo/a/C.1
Status: Ada/Available

***

ASEAN today urgently needs to get itself understood by as many people as possible, especially those who have a stake in the success of its work. But most writing on ASEAN is technical writing.

What is needed today is more writing on ASEAN that can be understood by laymen. That, of course, is quite a challenge. For the situation of ASEAN is complex and so is its work. But it necessary that an effort be made to interpret ASEAN to people who should take more interest in it.

This booklet is the third of a series of simply worded and brief writings on the work of ASEAN and how ASEAN works. The series is a project of the ASEAN Secretariat and the ASEAN Committee on Culture and Information (COCI) and is intended for distribution wherever there are people who should know more about ASEAN.

ASEAN RISES TO THE CHALLENGE, Rodolfo C. Severino, Jr.

Judul/Title: ASEAN RISES TO THE CHALLENGE
Penulis/Author: Rodolfo C. Severino, JR.
Penerbit/Publisher: The ASEAN Secretariat
Edisi/Edition: 1999
Halaman/Pages: 267
Dimensi/Dimension: 14 x 21 x 1.5cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: English
Harga/Price: Rp. 50.000,-
Call No.: 341.2/Sev/r/C.1
Status: Ada/Available

***

" I would like to share with you today some of my thoughts on what ASEAN is, what is not, what it has done, what is was not meant to do, how events have changed its political and economic environment, how it is likely to respond to those changes, and why the international community ought to help it."

That is precisely what Mr. Rodolfo C. Severino, Jr., Secretary-General of the Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) does in this collection of speeches before various audience in the capitals of the Asia-Pacific region.

To interpret ASEAN, to shed light on its role and explain how it is charting its future directions as it faces challenging times-that he feels is a large part of his mission. In explaining ASEAN, he speaks of the urgency to hasten economic integration and the need for greater cohesion among member countries in restoring confidence in the region.

Mr. Severino was Philippine Ambassador to Malaysia, then Undersecretary of Foreign Affairs of the Republic of the Philippines before he became ASEAN Secretary-General in January 1998.